MAKALAH
Psychology
and Professional Ethic
“Disiplin, Efisiensi, Efektivitas
Kerja Dan Produktivitas Kerja”
Disusun
oleh:
Ø AGUSTIAN JEFRI
Ø JAJANG SUPRIADI
Ø MUSLIH
Ø SUGIARTI ASTUTIK
Ø YANSONI
LEMBAGA
PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI INDONESIA (LP3I)
Jl. Seth
Adji No. 136 Palangka Raya 73112 Telp.(0536)3221978
Disiplin kerja ada bermacam-macam
yang diberikan oleh para ahli. Penegakkan disiplin dalam bekerja pada pegawai
sudah menjadi perhatian bagi setiap pemimpin,karena pengaruh dari kedisiplinan
sangatlah besar pada aspek dalam perusahaan. Kata disiplin selalu menjadi
ukuran yang positif dan biasanya dijadikan sebagai indikasi seseorang yang
sukses mencapai tujuannya.
B. Tujuan
a.
Mengetahui
langkah-langkah mendisiplinkan diri.
b.
Mengetahui
factor yang mempengaruhi produktivitas kerja.
c. Mengetahui cara efesiensi dan
efektivitas kerja dalam waktu,biaya dan tenaga.
C.
Manfaat Penelitian
a. Manfaat teoritis
Menambah pengetahuan tentang kedisplinan,efisiensi,efektivitas
dan produktivitas dalam kerja.
b. Manfaat praktis
Dapat memberikan pemecahan masalah terhadap seseorang yang
ingin belajar disiplin.
BAB II
A. Disiplin
1. Pengertian
Disiplin Kerja
Sinungan
(2003:145) menyatakan bahwa ”Disiplin adalah sebagai sikap mental yang
tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat
berupa ketaatan (obedience) terhadap peraturan-peraturan yang ditetapkan
pemerintah atau etika, norma, dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat untuk
tujuan tertentu”. Disiplin mempunyai pengertian yang berbeda-beda dari berbagai
pengertian itu dapat disarikan beberapa hal sebagai berikut (Sinungan,
2003:146).
a.Kata disiplin
(terminologis) berasal dari kata latin yaitu disiplina yang berarti
pengajaran, latihan dan sebagainya (berawal dari kata disiplusyaitu
seorang yang belajar). Jadi secara etimologis ada hubungan pengertian
antara discipline dengan disciple (Inggris) yang berarti
murid, pengikut yang setia, ajaran atau aliran.
b.Latihan yang mengembangkan
pengendalian diri, watak atau ketertiban dan efisien.
c.Kepatuhan atau
ketaatan (obedience) terhadap ketentuan dan peraturan pemerintah atau etik,
norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat.
d.Penghukuman
(punishment) yang dilakukan melalui koreksi dan latihan untuk mencapai perilaku
yang dikendalikan (controlled behaviour).
Berikut beberapa pengertian disiplin
menurut beberapa ahli yaitu :
”Disiplin menunjukkan suatu kondisi atau
sikap hormat yang ada pada diri karyawan terhadap peraturan dan ketetapan
perusahaan” Sutrisno (2009:85).
”Disiplin kerja adalah bentuk pelatihan
yang menegakkan peraturan-peraturan perusahaan” Robert & John
(2002:314).
”Disiplin merupakan satu prosedur yang
mengoreksi atau menghukum seorang bawahan karena melanggar aturan atau
prosedur” (Dessler, 1998:275).
“Kedisiplinan adalah kesadaran dan
kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial
yang berlaku. Kesadaran disini merupakan sikap seseorang yang secara sukarela
menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Jadi, dia
akan mematuhi atau mengerjakan semua tugasnya dengan baik, bukan atas paksaan.
Sedangkan kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang
yang sesuai dengan peraturan perusahaan, baik yang tertulis maupun tidak
tertulis.” (Hasibuan dalam Tita 2008:14).
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat
disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah suatu keadaan tertib dimana keadaan
seseorang atau sekelompok orang yang tergabung dalam organisasi tersebut
berkehendak mematuhi dan menjalankan peraturan-peraturan perusahaan baik yang
tertulis maupun tidak tertulis dengan dilandasi kesadaran dan keinsyafan akan
tercapainya suatu kondisi antara keinginan dan kenyataan dan diharapkan agar
para pegawai memiliki sikap disiplin yang tinggi dalam bekerja sehingga
produktivitasnya meningkat.
2.
Tujuan Disiplin Kerja
Secara umum
dapat disebutkan bahwa tujuan utama disiplin kerja adalah demi kelangsungan
organisasi atau perusahaan sesuai dengan motif organisasi atau perusahaan yang
bersangkutan baik hari ini maupun hari esok. Sebagaimana dikemukakan oleh
Sastrohadiwiryo dalam Irwan (2006:22) secara khusus tujuan disiplin kerja
pegawai, antara lain :
a. Agar para pegawai menepati
segala peraturan dan kebijakan ketenagakerjaan maupun peraturan dan kebijakan
organisasi yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis, serta melakukan
perintah manajemen dengan baik.
b. Pegawai
dapat melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya serta mampu memberikan pelayanan
yang maksimum kepada pihak tertentu yang berkepentingan dengan organisasi
sesuai dengan bidang pekerjaan yang diberikan kepadanya.
c. Pegawai
dapat menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana, barang dan jasa
organisasi dengan sebaik-baiknya.
d. Para pegawai
dapat bertindak dan berpartisipasi sesuai dengan norma yang berlaku pada
organisasi.
e. Pegawai
mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi sesuai dengan harapan organisasi,
baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Langkah-langkah
mendisiplinkan diri
Mulai dengan
satu kebiasaan
Berkomitmen
untuk memulai
Buat rencana
tindakan
Bangun konsisten
dalam bertindak
Siapkan, tanam,
rawat dan ulangi
Tetapkan
tindakkan realistik
Fokus terhadap
cara pencapaian tindakan anda.
Tulis tindakan
anda dan jika boleh,lekatkan ditempat yang sesuai.
Ambil
langkah-langkah untuk mencapai tindakan anda.
Kaji
perkembangan pencapaian tindakan dan hapuskan semua kelemahan yang ada.
Anda boleh
“enjoy” sedikit tapi jangan biarkan menghambat pencapaian tindakan anda.
B. Efisiensi
1. Efisiensi
Kerja
Pengertian
efisien ialah segala hal yang diselesaikan dengan berdaya guna. Jadi, bekerja
dengan efisien adalah bekerja dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat,
hemat, tepat dan selamat.
Efesiansi Kerja lewat upaya pemberdayaan
tenaga pendidik dan kependidikan. Upaya pemberdayaan tersebut antara lain :
a. Memperbaiki
sikap kerja, yaitu kesadaran dan kesediaan menepati dan memenuhi jam kerja,
tata tertib kerja, termasuk menerima tambahan tugas dan bekerja dalam satu tim.
b. Hubungan
antara tenaga kerja dan pimpinan kerja yang tercermin dalam usaha bersama untuk
meningkatkan produktivitas melalui lingkaran pengawasan mutu (Quality Control
Circle).
c. Manajemen
produktivitas, yaitu manajemen yang efesien mengenai sumber dan system kerja
untuk mencapai peningkatan produktivitas.
d. Efesiensi
tenaga kerja, pembagian tugas dan penempatan bidang tugas yang pas dengan
kemampuannya.
C. Efektivitas
Kerja
Tujuan utama
dari penataan aktivitas manajemen adalah upaya untuk pencapaian tujuan
perusahaan dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki secara efektif
dan efisien. Pengertian efektivitas dalam suatu organisasi mempunyai arti yang
berbeda-beda, tergantung dari kerangka acuan yang dipakainya.
Hal ini
disebabkan keanekaragaman sifat dan komposisi dari aktivitas suatu organisasi.
Maka tidak mengherankan bila terdapat pertentangan pendapat tentang pengertian
dan kriteria pengalaman. Misalnya para manajer dan analis sering berbeda
pendapat bahwa hanya ada satu kriteria evaluasi yang layak untuk efektivitas
kerja yaitu gaji. Namun tidak semua demikian, karena adanya sebagian perusahaan
mengutamakan laba.
Menurut Emerson
(Handayaningrat) (1990 : 16) : “Effectiveness is a measuring in term of
attaining prescribed goals or objectives.” Artinya
“Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang
telah ditentukan sebelumnya.”
Pengertian di
atas dapat diartikan bahwa efektivitas yaitu bila sasaran atau tujuan telah
tercapai sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya adalah efektif,
tetapi kalau tujuan atau sasaran itu tidak selesai sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan maka pekerjaan itu tidak efektif. Atau dengan kata lain
efektivitas dapat diartikan sebagai suatu upaya peningkatan untuk mencapai
suatu tujuan secara tepat yang ditimbulkan dari pengaruh suatu hal tertentu.
· Tujuan
dan Upaya-upaya Dalam Efektivitas Kerja
Tujuan dari efektivitas kerja yaitu :
1). Mencegah dan
mengurangi terjadinya tindakan-tindakan yang tidak diharapkan dari karyawan
yang dapat mengganggu jalannya pekerjaan.
2). Mencapai
produktivitas yang tinggi, perusahaan harus dapat menimbulkan semangat kerja
yang tinggi dari karyawan.
3). Memproduksi lebih banyak keluaran
(nilai rupiah dan unit jasa) dari setiap masukan.
4). Mengembangkan rencana-rencana untuk
mencapai tujuan-tujuan.
· Sedangkan
upaya-upaya dalam meningkatkan efektivitas kerja antara lain :
a. Menetapkan standar-standar
pelaksanaan kerja
Standar-standar pelaksanaan kerja harus
ditetapkan untuk semua pekerjaan, agar tanggungjawab dan apa yang diharapkan
para karyawan jelas.
b. Merumuskan secara jelas
tanggungjawab perusahaan
Bila tanggungjawab pekerjaan tidak jelas
dan berubah-ubah, para karyawan akan frustasi, hasilnya dapat berupa kualitas
rendah.
c. Komitmen dengan implementasi
Harus mengimplementasikan segala yang
akan menghasilkan peningkatan produktivitas.
Sederhana, jika efektif atau efek
adalah hasil, akibat atau pengaruh sedangkan efisien tentu adalah proses untuk
mencapai hasil. Efisien selalu bicara modal sedikit tapi untung banyak. dalam
kalimat tersebut, modal adalah efisien sedangkan untung banyak adalah
efektif.
1. Namun, bukan berarti kedua kata
ini efektif dan efisien tidak harus terus bersamaan. Efektif terkadang ingin
memuluskan segala cara apapun untuk mencapai hasil, akibat atau pengaruh.
Walaupun biaya, atau waktu besar itu bisa tidak diperdulikan.
2. Seperti halnya juga dengan
efektif, efisien juga demikian. Efisien terkadang ingin menghemat biaya, waktu
untuk mendapatkan hasil.
D. Pengertian
efesien waktu,biaya dan tenaga
1.
Pengertian Efesien Waktu
Memahami efesien waktu adalah nilai
waktu atau tingkat kehematan dalam hal waktu saat pelaksanaannya hingga kapan
proyek itu selesai.
2. Pengertian Efesien Biaya
Efisien biaya
ialah tingkat kehematan dan pengorbanan ekonomi yang dilakukan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
3. Pengertian tenaga
Efisien tenaga
ialah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang
karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan.
E. Definisi
Produktivitas
Produktivitas
adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk menyediakan
lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia, dengan menggunakan
sumber-sumber riil yang makin sedikit.” Produktivitas adalah suatu pendekatan
interdisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif, pembuatan rencana,
aplikasi penggunaan cara yang produktivitas untuk menggunakan sumber-sumber
secara efisien, dam tetap menjaga adanya kualitas yang tinggi.
Produktivitas
mempunyai pengertiannya lebih luas dari ilmu pengetahuan, teknologi dan teknik
manajemen, yaitu sebagai suatu philosopi dan sikap mental yang timbul dari
motivasi yang kuat dari masyarakat, yang secara terus menerus berusaha
meningkatkan kualitas kehidupan.
1. Angkatan
Kerja
Salah satu area
potensial tertinggi dalam peningkatan produktivitas adalah mengurangi jam kerja
yang tidak efektif. Lamanya buruh bekerja, dan proporsi penempatan waktu yang
produktif sangat tergantung kepada cara pengaturan, latihan, pengaturan dan
motivasinya.
Beberapa
penyelidikan menunjukkan bahwa waktu yang produktif berkisar 25% sampai 30%
sedangkan yang tidak produktif karena kejelekan manajemennya kadang-kadang
mencapai 50% lebih dan sisanya disebabkan adanya pekerjaan yang sia-sia ataupun
karena sikap pekerjaannya
a. Struktur Waktu Kerja
Analisa dan studi yang
berhati-hati terhadap semua komponen dan penggunaan waktu yang tidak
efektif menyebabkan manajemen dan pengawasan mampu mengurangi sebab-sebab
utama dari kerugian waktu serta membantu merencanakan teknik-teknik peningkatan
produktivitas bagi kepentingan individu atau kelompok pelaksanaan.
b. Peningkatan Efektifitas Dari
Waktu Kerja
Masalah berikutnya adalah cara melaksanakan
teknik peningkatan produktivitas menggunakan manajemen, penambahan material,
perencanaan dan organisasi kerja yang lebih baik, latihan dan pendidikan,
kepuasan tugas serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas tenaga kerja
maupun memanfaatkan cadangan-cadangan.
2. Faktor-faktor
yang dapat mempengaruhi produktivitas
Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia
yang merupakan faktor produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi
kerja, apabila pihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka,
maka produktivitas kerja akan meningkat.
Ada pun faktor- faktor yang mempengaruhi
produktivitas yaitu:
a. Kemampuan
Adalah kecakapan yang dimiliki
berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah
kemampuan tenaga kerja.
b. Sikap
Sesuatu yang menyangkut perangai tenaga
kerja yang banyak dihubungkan dengan moral, semangat kerja yang akan
menghasilkan kepuasaan kerja . Kepuasan kerja secara umum menyangkut sikap
seseorang mengenai pekerjaannya.
c. Situasi dan keadaan
lingkungan.
Faktor ini menyangkut fasilitas dan
keadaan dimana semua karyawan dapat bekerja dengan tenang serta sistim
kompensasi yang ada.pertama, perbaikan terus menerus, yaitu upaya meningkatkan
produktivitas kerja salah satu implementasinya ialah bahwa seluruh komponen
harus melakukan perbaikan secara terus-menerus.
d. Motivasi
Motivasi menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau
tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, atau
usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau sekelompok orang tertentu
bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya
atau mendapat kepuasan atas perbuatannya.
e. Upah
Upah atau gaji minimum yang tidak sesuai
dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja.
Pengertian ini mengisyaratkan bahwa keberadaannya di dalam suatu organisasi
perusahaan tidak dapat diabaikan begitu saja.
f. Tingkat pendidikan
Latar belakang pendidikan dan latihan
dari tenaga kerja akan mempengaruhi produktivitas, karenanya perlu diadakan
peningkatan pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja.
g. Perjanjian kerja
Merupakan alat yang menjamin hak dan
kewajiban karyawan. Sebaiknya ada unsur-unsur peningkatan produktivitas kerja.
h. Penerapan teknologi
Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi
produktivitas, karena itu penerapan teknologi harus berorientasi
mempertahankan produktivitas.
Tahapan
menuju produktivitas kerja
1.
Menuliskan rencana kegiatan
kerja ataupun rencana bisnis Anda
Anda bisa menuliskan rencana kegiatan kerja
ataupun rencana bisnis Anda, pada media yang mudah terlihat. Sehingga, bisa
menjadi motivasi Anda dalam meningkatkan produktivitas. Anda bisa menentukan prioritas, dari
rencana kegiatan kerja ataupun rencana bisnis Anda.
2.
Hindari aktivitas yang tidak
penting
Dalam meningkatkan produktivitas kerja, Anda
perlu menhindari aktivitas-aktivitas yang tidak penting atau aktivitas yang
tidak menunjang produktivitas kerja Anda. Dengan begini, usaha Anda dalam
meningkatkan dan menuju produktivitas kerja yang efektif dan efesien bisa
tercapai.
3.
Fokus terhadap apa yang sedang
Anda kerjakan
Dalam melaksakan kegiatan kerja ataupun
bisnis, Anda perlu fokus dalam menjalankannya. Jangan menjalankan dua hal
sekaligus, karena akan berdampak terhadap tingkat produktivitas kerja Anda dan
fokus Anda juga akan terbagi-bagi.
4.
Menandai pekerjaan yang sudah
selesai
Menandai pekerjaan yang sudah selesai, bisa
menjadi pemicu Anda untuk bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan berikutnya.
5.
Menentukan batas waktu
Dengan menentukan batas waktu, Anda akan
semakin cepat dalam mengerjakan setiap pekerjaan Anda dengan sangat cepat.
6.
Konsisten
Konsistensi adalah, hal yang paling penting
dalam meningkatkan produktivitas kerja Anda. Karena setiap produktivitas kerja
yang efektif dan efesien akan berjalan, apabila Anda konsisten dalam
menjalankannya.
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Disiplin, efisiensi, efektivitas kerja
dan produktivitas kerja menunjukkan bahwa disiplin kerja berhubungan
dengan produktivitas kerja, hubungannya dengan produktivitas kerja adalah semua
aspek yang mencakup kemampuan, nilai – nilai, fungsi dari perbuatan atau
prestasi dari keterampilan individu tersebut sehingga membentuk disiplin kerja
sesuai peraturan yang berlaku..
b.
Saran
1. Sebagai
mahasiswa di harapkan agar dapat mempelajari dan memahami tentang Disiplin, Efisiensi, Efektivitas Kerja Dan
Produktivitas Kerja.
2. Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu, kritik dan
saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan makalah berikutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber
: http: //mrs-vera-disiplinkerja.blogspot.com/?m=
Sumber:https://notordinaryblogger.com/6-tahapan-menuju-produktivitas-kerja-efektif-dan-efesien/
Sumber:http://www.artikelsiana.com/2017/08/efektif-efisien-pengertian-perbedaan.html
Sumber
: http://digilib.uinsby.ac.id/5246/5/Bab%202.pdf


3 Komentar
Tolong buatkan sumber nama buku yang didapatkan
BalasHapusizin copy
BalasHapuswow bagus sekali materinya mempermudah tugas kuliah
BalasHapus