MAKALAH
“ETIKA
DAN PENGEMBANGAN SIKAP POSITIF”
Disusun oleh:
§
ARDI
§
EKA NORLINDA
§
INDAH P
§
M.MAULANA
§
OKTADITA DIAH
§
SUGIARTI ASTUTIK
Latar belakang masalah dari makalah ini yaitu masih
banyaknya mahasiswa yang belum memahami peranan etika dalam pengembangan
kepribadian. Oleh karena itu perlunya pemahaman bagi para mahasiswa tentang
peranan etika ini,dengan mengetahui isi dan komponen dari kepribadian itu
sendiri.
B. Tujuan
a.
Ingin
mengetahui pengertian berpikir positif
b.
Berpikir
positif Vs berpikir negatif
c.
Pengertian
etika
d.
Penerapan
etika dan etiket dalam pergaulan.
e.
Etika
sosial dan etika bisnis
C.
Manfaat Penelitian
a. Manfaat teoritis
Menambah pengetahuan
tentang peran etika dalam pengembangan kepribadian.
b. Manfaat praktis
Dapat memberikan
pemecahan masalah terhadap mahasiswa yang belum memahami peran etika dalam
pengembangan kepribadian dengan benar.
D. Kajian Teori
Etika secara harfiah berasal dari
kata Yunani yaitu ethos yang artinya sama persis dengan moralitas yaitu adat
kebiasaan yang baik (Keraf, 1998). Kamus Bahasa Indonesia (1998) menyebutkan
etika memiliki tiga arti yang salah satunya adalah nilai mengenai benar atau
salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan etika dalam bahasa
latin yaitu ethica yang berarti falsafah moral. Etika adalah tatanan moral yang
telah disepakati bersama dalam suatu profesi dan ditujukan untuk anggota
profesi (Risa, 2011).
BAB II
Pengertian berpikir Positif
Positif Thinking yang dalam
bahasa pribuminya sama dengan berpikir positif adalah sebuah sikap atau
prilaku, serta cara pandang seseorang yang selalu positif dalam mensikapi
kehidupan ini. Positif Thinking hanyalah modal dasar seseorang dalam kehidupan,
karena dengan semakin kompleknya masalah yang kita hadapi apabila hanya
berpikir positif saja tidaklah cukup. Selanjutnya setelah berpikir positif kita
harus positif Change atau berubah
menjadi semakin baik.Dengan bersikap positif (Positif thinking) bukan berarti
telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif,
setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau
tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan
yang kita lalui tersebut.Sikap positif adalah pemikiran dari suasana jiwa yang terutama memperhatikan
hal-hal yang positif.
Merupakan keadaan individu yang fokus pada:
•
Kegiatan kreatif dan bukan
kegiatan yang membosankan Kegembiraan dan bukan kesedihan
•
Harapan dan bukan
keputusasaan.
Berpikir positif Vs Berpikir Negatif
Wujud sikap positif:
•
Menampilkan keindahan,
sehingga seseorang selalu dikenang, dihargai dan dihormati
•
Menampilkan kepercayaan
diri, sehingga seseorang merasa bahwa ia patut dikenal dan diketahui
•
Tampak melalui ekspresi
wajah, cara berbicara, berjumpa dengan orang lain dan cara menghadapi masalah.
•
Sikap negatif harus
dihindari karena hal ini mengarahkan seseorang pada kesulitan diri dan
kegagalan .
Wujud sikap negatif:
•
Menampilkan lebih dari
sekedar muka sedih.
•
Menyampaikan pesan kepada
orang lain mengenai ketidak ramahan, tidak menyenangkan, dan tidak memiliki
kepercayaan diri.
Pengertian Etika
Etika Berasal
dari bahasaYunani; Ethos yang dalam bentuk jamak ta etha berarti adat istiadat
atau kebiasaan. kebiasaan hidup yang baik, dianut dan diwariskan secara turun
temurun, perilaku berpola yang menjadi kebiasaan = moralitas, berasal dari
bahasa Latin, mos(dalam bentuk jamak mores), yang berarti adat istiadat atau
kebiasaan.
Etiket
merupakan terjemahan bahasa Ingris dan Perancis Etiquette, yang berarti
persyaratan konvensional mengenai perilaku sosial norma, sopan, santun (etiket)
adalah norma yang mengatur perilaku dan sikap lahiriah manusia ( misal cara
bertamu, cara duduk, cara berpakaian, dll).
Penerapan
Etika dan Etiket dalam Pergaulan
•
Hidup adalah interelasi dengan sesama. Interelasi
ini memerlukan tata krama (manners) dan tata cara (etiquette).
•
Etiket didalam tata krama pergaulan adalah petunjuk
bagaimana tata cara berperilaku agar dapat diterima oleh sebuah masyarakat yang
menuntut sopan santun .
Ciri-ciri
orang yang memiliki tata krama antara lain:
- Tidak sombong
- Jujur dan bijaksana
- Memiliki toleransi yang tinggi
- Memiliki kemampuan empati, yakni kesanggupan untuk dapat merasakan dan mengerti perasaan orang lain
- Tahu kapan dan bagaimana bertindak diberbagai macam situasi
Etika
Sosial dan Etika Bisnis
•
Seorang individu dinilai dari berbagai faktor,
antara lain:
•
penampilan, komunikasi verbal dan nonverbal,
perilaku (ikhlas, ramah, positif, tidak menyerang).
•
Orang lain akan menilai kita dari sikap kita
terhadap teman teman, keluarga, atasan dan bawahan di lingkungan kerja, sikap
terhada keluarga, dan orang-orang terdekat.
Etika
sosial dapat diwujudkan melalui cara kita:
•
Berpenampilan, merupakan bentuk komunikasi diri.
Penampilan merefleksikan pandangan kita mengenai diri sendiri dan bagaimana
kita melihat orang lain.
•
Memberikan
kesan pertama (first impression), kesan pertama yang baik sangat penting bagi
keberhasilan dalam interelasi Percakapan.
Percakapan memantulkan kepribadian seseorang. Ada
dua jenis percakapan; percakapan sopan santun dan percakapan akrab,
masing-masing memiliki etika tersendiri
Etika
Bisnis
•
Bisnis sebagai bagian dari hidup masyarakat tidak
lepas dari etika, yaitu etika bisnis, atau etika yang berlaku bagi kegiatan-kegiatan
manusia dalam berbisnis.
•
Setiap kegiatan bisnis senantiasa berdimensi etika,
karena kegiatankegiatan ini mau tidak mau menyentuh hubungan-hubungan antara
lembaga sejenis dengan berbagai kliennya, dan anggota lembaga bisnis itu
sendiri (personil).
•
Pelaku bisnis dituntut utk selalu memiliki kepekaan
dan terampil memilih jalan yg tepat apabila kepentingan-kepentingan itu saling
berbenturan.
•
Pelaku bisnis berpeluang menunjukkan jati diri,
standar etik, moral dan integritas pribadi.
•
Pelaku bisnis yg memiliki etik, mencurahkan segala
kemahiran, tenaga dan sumber daya yg dimiliki utk membina, memupuk, dan
meningkatkan hubungan baik dan kerjasama dengan para stake holders.
•
Untuk bisa mencapai sukses, pelaku bisnis dituntut
memiliki standar etik yang tinggi yang dipatuhi secara konsekuen, dilandasi
oleh integritas pribadi yang kokoh dan keberanian moral yang tangguh Sikap
Positif.
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Berfikir positif merupakan hal yang
penting bagi manusia dalam menjalani kehidupan. Untuk menghadapi suatu
permasalahan dalam hidup,bisa melihat diri dalam berbagai aspek khususnya dalam
memecahkan permasalahan, namun berfikir positif juga perlu bahkan harus di
dukung dengan usaha untuk berubah menjadi lebih baik. Untuk berfikir positif
memerlukan langkah-langkah yang harus dilakukan dimana hal ini menjadi faktor
pendukung demi terciptanya seorang yang menjiwai hal tersebut.
Namun inilah hal yang perlu kita perhatikan sebagai berikut. Jadilah
optimis,usahakan lebih sering tersenyum,libatkan diri anda dengan suasana yang
menyenangkan. Berfikir positif bukan suatu tujuan melainkan suatu jalan untuk
mencpai manfaat yang diantaranya,mengatasi stress,menjadi lebih sehat,percaya
diri,bisa mengambil keputusan,bisa meningkatkan konsentrasi,bisa mengatur
dengan baik,lebih sukses dalam hidup,memiliki banyak teman,menjadi pembrani dan
hidup lebih baik.
b.
Saran
Untuk menghadapi atau
menyelesaikan suatu permasalahan sebaiknya dengan cara berfikir positif karena
hal itu merupakan cara yang dapat mempermudah baik cara pandang
atupun pemecahan masalah. Dimana hal ini banyak memberikan manfaat dari
berbagai aspek diantaranya adalah dapat merasa percaya diri, menjadi pemberani,
bisa meningkatkan konsentrasi dan tentunya biasa lebih baik dan sukses
DAFTAR
PUSTAKA
<online
tersedia di : http//id.wikipedia.org/wiki/kepribadian. Diakses tanggal 08
November 2012>


0 Komentar